Review Xiaomi Redmi Note 9 dan Redmi Note 9 Pro Ini Kelebihan dan Kekurangannya


setelah menggebrak pada awal tahun 2020 dengan meluncurkan 2 seri smartphone flagship, Xiaomi balik meramaikan segmen mid-end menggunakan merilis Xiaomi Redmi Note 9 serta Xiaomi Redmi Note 9 Pro di Indonesia.

Meski berasal berasal lini yg sama, kedua ponsel bisa jadi ditujukan untuk kategori pengguna yg berbeda. Sebabnya, Redmi Note 9 Pro hadir dengan spesifikasi yang lebih unggul berasal versi standar, mulai dari konfigurasi kamera hingga prosesor yg dibawa.

Lantas, bagaimana perbandingan keduanya? saya telah mencoba ke 2 ponsel tadi selama seminggu terakhir. kamu mampu melihat review-nya berikut adalah.

Desain: kamera unik, bodi elegan

Redmi Note 9 serta Note 9 Pro hadir dengan desain yg seperti satu sama lain. Keduanya memiliki kamera belakang yg unik dengan bingkai berbentuk kotak, sentuhan baru asal Xiaomi yg mengakibatkan seri Redmi Note 9 terlihat lebih terkini serta tidak selaras dengan smartphone lain.

pada bagian depan, keduanya punya lubang punch hole buat memberikan kamera selfie yang dianggap Xiaomi menjadi DotDisplay. Perbedaannya, Redmi Note 9 biasa punya punch hole yg berada di sebelah kiri atas layar, sedangkan versi Pro punya letak di sebelah tengah bagian atas.

perbedaan desain yg paling jelas berasal keduanya ialah penempatan sensor sidik jari. Redmi Note 9 memiliki fingerprint pada bagian belakang bodi ponsel, sedangkan versi Pro berada pada tombol power yg terdapat di bagian sisi kanan layar.

Kemiripan keduanya jua terlihat dari spesifikasi layar yg diusung. Redmi Note 9 hadir dengan layar IPS LCD seluas 6,53 inci menggunakan resolusi FHD (2340 x 1080 pixel) serta rasio 19,5:9. Adapun Redmi Note 9 Pro punya layar IPS LCD yg lebih besar seluas 6,67 inci beresolusi FHD (2400 x 1080 pixel) menggunakan rasio 20:9.

Spesifikasi layar tersebut membuat aktivitas menonton konten YouTube maupun Netflix pada ke 2 ponsel terasa memuaskan. Baik Redmi Note 9 juga Note 9 Pro bisa menampilkan gambar yg tajam. Hal tersebut juga didukung oleh eksistensi speaker yang lantang dan jernih pada ke 2 ponsel, meski masing-masing hanya mempunyai satu butir saja.

Secara awam, Redmi Note 9 serta Note 9 Pro merupakan ponsel yg besar . tetapi, karena rasio yg memanjang, kedua ponsel masih tergolong nyaman untuk digenggam.

buat material yang dipakai, Redmi Note 9 dan Note 9 Pro memakai bodi berbahan polikarbonat. Xiaomi memoles penampang belakang keduanya menggunakan impak glossy, yang berhasil menciptakan pengaruh elegan di kedua ponsel.

Sayangnya, impak glossy tersebut menghasilkan ponsel rentan kotor karena sidik jari saat digunakan. Bagi engkau yg terganggu menggunakan masalah itu, engkau mampu memakai jellycase bawaan yg disediakan sang Xiaomi di pada boks pembelian.

Penggunaan jellycase buat keamanan pula dianjurkan bagi pengguna Redmi Note 9 biasa. Sebabnya, Corning Gorilla Glass 5 yang ada pada ponsel tadi hanya terdapat pada bagian layar saja, berbeda menggunakan versi Pro yang punya Gorilla Glass pada bagian depan dan bodi belakang. Selain jellycase, Xiaomi pula telah memasang anti-gores bawaan pada kedua ponsel.

Redmi Note 9 dan Note 9 Pro sendiri sudah menggunakan port USB Type-C dan masih mempunyai port jack audio tiga,lima mm untuk pakai headset.

Kamera: bukan hanya soal spesifikasi

Masuk ke bagian kamera, Redmi Note 9 serta Note 9 Pro punya spesifikasi yg sedikit tidak selaras. Redmi Note 9 dibekali menggunakan kamera primer 48 MP (f/1.8), kamera ultra-wide 8 MP (f/dua.2), kamera macro dua MP (f/dua.4), serta depth sensor 2 MP (f/2.4). pada sisi lain, versi Note 9 Pro punya kombinasi kamera yg sedikit lebih baik dengan kamera primer 64 MP (f/1.9), kamera ultra-wide 8 MP (f/dua.dua), kamera macro lima MP (f/2.4), serta depth sensor dua MP (f/dua.4).

Selain kamera belakang, keduanya juga punya spesifikasi kamera selfie yang tidak selaras pada mana Redmi Note 9 Pro punya lensa 16 MP (f/dua.lima), sedikit lebih unggul ketimbang Redmi Note 9 biasa dengan kamera depan 13 MP (f/dua.3).

Secara awam, kamera primer default ke 2 ponsel mampu membentuk foto redmi note 9 pro yang tajam dengan rona yg natural di syarat siang hari. Foto yg diambil bakal lebih detail lagi Bila pengguna memakai mode 48 MP di Redmi Note 9 atau mode 64 MP pada Redmi Note 9 Pro, walaupun secara kasat mata seperti tidak ada perubahan signifikan yg didapatkan.

Adapun buat pemotretan di kondisi malam hari, lebih jelasnya foto menjadi turun serta mempunyai poly noise. Meski demikian, pengguna masih mampu mengecoh masalah noise itu dengan cara mengaktifkan fitur Night Mode.

Redmi Note 9 serta Note 9 Pro sendiri punya kemampuan zoom sampai dua kali perbesaran. Meski pilihan perbesarannya sedikit, namun hasilnya cukup memuaskan sebab permanen tajam, lebih jelasnya dan menampilkan rona yang natural.

buat kamera ultra-wide, kedua ponsel mampu menangkap foto menggunakan sudut selebar 118 derajat. Sayangnya, warna yang dihasilkan dari kamera ultra-wide ini kurang natural serta cenderung lebih gelap ketimbang rona aslinya.

Penggunaan kamera ultra-wide ke 2 ponsel pada syarat malam hari jua menghasilkan foto yg dihasilkan memiliki banyak noise. tidak sama menggunakan kamera utama, kamera ultra-wide pada Redmi Note 9 serta Note 9 Pro tidak terintegrasi dengan fitur Night Mode.

Masuk ke kamera macro, kedua ponsel memiliki ukuran pixel yang berbeda. di bagian ini, foto yang didapatkan asal kamera macro Redmi Note 9 Pro tampak lebih tajam serta lebih jelasnya ketimbang Redmi Note 9 biasa. Walau pun begitu, keduanya tetap mampu menampilkan warna gambar yg sinkron dengan aslinya.

Kualitas pemotretan mode bokeh pada ke 2 ponsel jua menghasilkan kualitas yang tergolong baik. Hal ini ditandai dengan garis bidang objek foto serta latar belakang yang terlihat rapi. Pemotretan foto bokeh buat kamera selfie juga menawarkan kualitas yg serupa.

Foto selfie yang didapatkan berasal Redmi Note 9 serta Note 9 Pro sendiri memiliki detail gambar yang seperti, kemungkinan karena ukuran kamera depan keduanya yang tidak terpaut jauh. lebih jelasnya tadi akan turun Jika foto selfie dilakukan pada saat malam hari.

disparitas kentara dari kamera selfie keduanya terletak pada kualitas rona yang dihasilkan. Kamera selfie di Redmi Note 9 biasa menghasilkan warna foto yg relatif kekuningan, di ketika kamera depan Redmi Note 9 Pro membentuk rona yang lebih dingin.

Kamera belakang Redmi Note 9 Pro memiliki kemampuan merekam video hingga resolusi 4K di frame rate 30 fps. Kemampuan tersebut jauh lebih baik ketimbang perekaman kamera belakang Redmi Note 9 yg mentok di resolusi FHD pada 30 fps.

di bagian kamera depan, Redmi Note 9 dan Note 9 Pro punya kemampuan default perekaman FHD di frame rate 30 fps, dengan tambahan versi Pro mampu merekam di frame rate 30 fps. Sayangnya, perekaman kamera depan serta belakang kedua ponsel rentan terhadap guncangan karena belum dilengkapi image stabilizer.

Performa

Masuk ke bagian dapur pacu, Redmi Note 9 ditenagai menggunakan prosesor MediaTek Helio G85 dan kartu grafis Mali G52 MC2. Adapun versi Pro menggunakan prosesor Qualcomm Snapdragon 720G menggunakan GPU Adreno 618.

di atas kertas, prosesor Redmi Note 9 Pro lebih unggul ketimbang Note 9 biasa. Hal tersebut pun terasa kentara saat keduanya menjalankan tugas berat seperti gaming.

Redmi Note 9, misalnya, hanya mampu menjalankan grafis ‘Low’ dengan frame rate ‘Medium’ buat game Call of Duty Mobile. Kemampuan tadi sangat jauh Bila dibandingkan versi Pro yang mampu menjalankan grafis ‘Max’ menggunakan frame rate ‘Max’ pada game yg sama.

disparitas tadi membuat Redmi Note 9 Pro terasa lebih mantap saat digunakan buat gaming, meski Redmi Note 9 biasa sebenarnya tak mengalami lag ketika digunakan nge-game.

Selain aspek prosesor, disparitas keduanya pula terletak di RAM dan memori internal yang ditawarkan. Redmi Note 9 hanya punya varian RAM dan memori internal 4/64 GB serta 6/128 GB, sedangkan versi Pro punya RAM yang lebih jumbo dengan varian 6/64 GB dan 8/128.

Perangkat yg aku gunakan sendiri punya varian RAM 6/128 GB (Redmi Note 9) serta 8/128 GB (Redmi Note 9 Pro). Secara holistik, kapasitas RAM yg tergolong akbar itu menghasilkan kedua perangkat Redmi Note 9 serta Note 9 Pro yang saya gunakan tidak memiliki gangguan multi-tasking, ditandai menggunakan mulusnya beralih perangkat lunak tanpa perlu load ulang.

Memori internal 128 GB juga relatif lega sebagai akibatnya aku tidak perlu lagi memakai memori eksternal tambahan. Xiaomi pun telah menyediakan slot yg didedikasikan khusus buat micro Sekolah Dasar pada luar 2 slot kartu SIM pada kedua ponsel, Jika kamu merasa memori internal yg ada kurang akbar buat menampung data serta file kamu.

ke 2 ponsel memakai sistem operasi Android 10 dengan antarmuka MIUI 11. Secara holistik, antarmuka terbaru berasal Xiaomi itu mempunyai banyak sekali fitur baru yang menarik mirip Always On Display yang menghasilkan layar ponsel tetap menyala untuk menampilkan info esensial, hingga fitur Game Booster yg akan menaikkan performa game, prioritas bandwidth jaringan, kualitas audio, dan responsivitas sentuhan pada layar.

di bagian baterai, Xiaomi membekali Redmi Note 9 dan Redmi Note 9 Pro dengan baterai berkapasitas 5.020 mAh. Baterai jumbo tersebut telah relatif buat membentuk ponsel tetap hidup selama 2 hari, pada pemakaian yang moderat.

buat memangkas saat pengisian, Xiaomi menyematkan fitur fast charging pada Redmi Note 9 serta Note 9 Pro. Perbedaannya, fast charging Redmi Note 9 biasa hanya mendukung daya 18 watt, sedangkan versi pro 30 watt. disparitas tadi membuat Redmi Note 9 Pro hanya butuh saat pengisian daya selama 1 jam 15 mnt, 2 kali lebih cepat ketimbang durasi pengisian Redmi Note 9 biasa yg mencapai saat dua jam 30 mnt.

konklusi

buat menyimpulkan, Redmi Note 9 serta Note 9 Pro sama-sama menawarkan ketenangan ketika menatap layar. dengan resolusi FHD serta layar yang lega, ke 2 ponsel ini cocok bagi mereka yang suka berlama-usang nonton YouTube ataupun streaming Netflix. Keduanya pula punya desain kamera unik berbentuk kotak yang membedakan mereka dari pengguna smartphone lain di segmen mid-end. eksistensi baterai yg akbar jua membuat ponsel ini bisa diandalkan sebagai sahabat aktivitasmu dari pagi hingga malam.

Meski demikian, seri Redmi Note 9 yang hadir pada Indonesia tampak menyasar konsumen yang berbeda. perbedaan paling kentara dari kedua ponsel terasa pada hal performa. Redmi Note 9 Pro memberikan pengalaman gaming yang lebih mantap ketimbang versi biasa, di mana aku menganggap bahwa Redmi Note 9 lebih ditujukan buat pengguna casual.

untuk aspek fotografi, ke 2 kamera belakang ponsel mampu membuat foto yg baik dalam syarat siang hari. Mode pemotretan 48 MP serta 64 MP pada masing-masing smartphone tidak terlalu terlihat jelas perbedaannya, dan baru terasa Jika pengguna melakukan zoom di dalam preview gambar. Pemotretan malam hari pun tergolong mencukupi, menggunakan catatan fitur Night Mode perlu diaktifkan. Adapun yg sahih-sahih sebagai pembeda keduanya artinya kualitas kamera selfie yg ditawarkan, pada mana Redmi Note 9 Pro lebih unggul ketimbang versi biasa dalam hal detail dan pewarnaan.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *