Ciputra Residence akan dibangun apartemen dan rumah murah

Pengembang properti Ciputra Residence mengadakan design contest dengan hadiah sebesar $5,000 untuk lomba desain rumah dijual telah dihapuskan rencananya untuk daftar pada Bursa Jakarta tahun ini, mengutip miskin prospek yang mampu meningkatkan modal adalah mencari.

Perusahaan, anak perusahaan konglomerat Ciputra Group, awalnya diharapkan meningkatkan hingga Rp 1 triliun ($70 juta) dari penjualan 20 persen dari modal disetor untuk mendukung ekspansi. Ciputra Residence membangun kota-kota, serba guna perkebunan dan proyek bangunan tinggi di kota-kota di Jawa, Sumatra dan Kalimantan di bawah 14 anak perusahaan dan 2 perusahaan patungan.

Tulus Santoso, Direktur di Ciputra Development, perusahaan induk dari Ciputra Residence, menekankan bahwa tidak ditunda rencana Penawaran Umum Perdana: “Kami dibatalkan karena permintaan pasar,” katanya.

Indeks komposit Jakarta telah turun 17 persen sejak awal tahun ini, sehingga indeks berkinerja terburuk di Asia.

Ciputra Residence penarikan cermin pengembang properti negara dikendalikan Wika Realty dan produsen plastik kemasan Berlina, yang juga dikutip kondisi pasar lemah sebagai alasan utama untuk penarikan IPO mereka.

Dua belas perusahaan yang telah tercatat pada Bursa sejak awal tahun.

Bursa Efek Indonesia masih mengharapkan lima perusahaan lain dengan IPO yang direncanakan untuk melanjutkan tahun ini. Mereka adalah Kino Corporation, produsen makanan, minuman energi, produk perawatan tubuh dan rumah tangga; Internux, Lippo Group berafiliasi operator baut layanan mobile broadband; Victoria asuransi; perusahaan e-commerce Mitra Komunikasi Nusantara; dan Vallianz lepas pantai Maritim, yang menyediakan layanan lepas pantai minyak dan gas.

SUMMARECON Agung ke mal Transfer, Hotel $436m untuk anak perusahaan dalam restrukturisasi aset

Pengembang properti Summarecon Agung rencana untuk mentransfer 6,19 triliun ($436 juta) senilai aset kepada anak perusahaannya, Summarecon investasi properti, sebagai bagian dari program restrukturisasi aset yang lebih luas.

Transfer direncanakan akan dilakukan dalam dua tahap, kata Summarecon Agung Presiden Direktur Adrianto P. Adhi. Pertama, perusahaan induk akan menjual tiga shopping mall (Mal Kelapa Gading 3 dan 5and La Piazza), Pop dan Harris Hotel dan Gading makanan Hall kota nya, Semua di Jakarta Utara dan senilai Rp gabungan 3.91 triliun.

Transfer yang diharapkan akan selesai pada bulan November tahun 2015.

Tahap kedua, senilai Rp 2,27 triliun, Summarecon Agung akan menjual dua Mall lain, Mal Kelapa Gading 1 dan 2, untuk menjadi terbungkus oleh Oktober 2019.

Adrianto mengatakan transfer aset akan memungkinkan Summarecon investasi properti, di mana Summarecon Agung memegang 99 persen saham, untuk memfokuskan usahanya mengelola sifat-sifat yang bersangkutan.

Anak perusahaan juga berencana untuk melakukan Penawaran Umum Saham Perdana untuk mengumpulkan $200 juta pada akhir tahun ini, dengan 20 persen saham ditawarkan, menurut Maybank Kim Eng sekuritas. Pejabat dari Summarecon menolak untuk mengomentari IPO direncanakan.

SUMMARECON investasi properti saat ini memiliki dan mengoperasikan enam pusat perbelanjaan, Hotel tiga, lima menara perkantoran dan sifat-sifat lainnya termasuk sebuah lapangan golf dan apartemen.

Gubernur Basuki Tjahaja Purnama mengatakan ia berencana untuk potongan pajak properti untuk rumah dan apartemen murah di nilai modal kurang dari Rp 1 milyar ($70.000).

Basuki mengatakan Selasa bahwa ia adalah penyusunan peraturan Gubernur pada kebijakan direncanakan, diharapkan untuk mengambil efek tahun berikutnya.

Gubernur mengatakan langkah ini dimaksudkan untuk membantu berpenghasilan rendah penduduk Jakarta mengatasi melemahnya ekonomi dan harga properti tinggi.

“Kami akan membantu orang-orang yang benar-benar membutuhkan, tapi kami akan melakukan hal ini cukup. Itu adalah tugas kita untuk administrasi keadilan sosial. Jadi untuk siapa pun yang tinggal di sebuah apartemen murah atau rumah senilai Rp 1 miliar atau kurang, mereka tidak perlu membayar pajak properti. Zero,”Basuki kepada wartawan di balai kota di Jakarta Pusat.

“Untuk orang kaya, meskipun, yang memiliki rumah bernilai lebih dari Rp 1 miliar, mereka harus tetap membayar pajak,” tambahnya.