Perumahan di Bali dialiri listrik yang ramah lingkungan

Perusahaan listrik PT Indonesia Power resmi dibuka pada hari Jumat dengan diesel pertama dan bertenaga gas tanaman (PLTDG) di Bali, dalam upaya untuk menciptakan sebuah pulau energi hijau. Pembangkit listrik ini dianggap untuk menjadi ramah lingkungan, karena itu lebih bersih dan lebih efisien.

Dibangun oleh konsorsium Wartsila, mesin pembangkit listrik yang baru menggantikan sebelumnya Pesanggaran diesel pembangkit (PLTD) di Denpasar. Pembangkit listrik baru, yang memiliki kapasitas maksimal 200 megawatt, mulai beroperasi pada bulan April tahun ini.

Pembangkit listrik mesin telah dirancang untuk menggunakan tiga jenis bahan bakar termasuk kecepatan tinggi diesel (HSD), gas dan marine fuel oil (MFO). Dalam fase pertama operasi, perusahaan akan menggunakan hanya kecepatan tinggi diesel.

“Kami berharap untuk mendapatkan pasokan gas dari Bontang di kuartal keempat tahun ini, sehingga kami dapat mengoperasikan pembangkit listrik yang menggunakan gas,” kata Direktur Keuangan PT Indonesia Power Sripeni Inten Cahyani, selama upacara untuk merayakan pembukaan resmi pembangkit listrik di Pesanggaran, Denpasar. Upacara ini juga dihadiri oleh Gubernur Bali I Made Mangku Pastika.

Apartemen dan Ruko Murah di Bali

Sripeni mengatakan bahwa pasokan gas diharapkan untuk dikirim melalui penyimpanan terapung dan fasilitas regasifikasi gas alam cair (LNG) terminal di pelabuhan Benoa, dekat pembangkit listrik. “Gas akan dikirim melalui pipa ke pembangkit listrik,” katanya.

Telah diklaim bahwa pengoperasian pembangkit listrik baru akan dapat menyimpan setidaknya 547 kiloliter (kl) bahan bakar per hari, dari rata-rata 2,190 kl per hari untuk hanya 1,642 kl setiap hari. “Itu setara dengan Rp 4 milyar [AS$ 283,540] tabungan per hari. Hal ini sejalan dengan program pemerintah untuk mengurangi subsidi bahan bakar,”kata Sripeni.

Setelah bahan bakar telah diubah menjadi gas, Sripeni berkata pemerintah akan menyimpan setidaknya Rp 400 juta per hari.

Jual Tanah di Bali

Selain mengkonsumsi lebih sedikit energi, pengoperasian diesel dan pembangkit bertenaga gas juga diharapkan untuk mengurangi kebisingan, getaran, serta emisi karbon dioksida (CO2).

Data dari kekuasaan Indonesia menunjukkan bahwa emisi dari pembangkit listrik diharapkan menurun dari 978,488 ton per tahun untuk hanya 694,170 ton per tahun akibat pembukaan pembangkit listrik baru. “Dan tidak akan ada emisi [belerang dioksida] SO2 sama sekali,” ia mengklaim.

Sripeni mengatakan bahwa perusahaan ingin meningkatkan jumlah pembangkit listrik energi hijau di pulau itu, untuk mendukung program Pemerintah Provinsi Bali bersih dan hijau.

Pulau listrik sistem telah disediakan dari beberapa pembangkit listrik di seluruh Bali dan Jawa, termasuk dua bertenaga gas tanaman (PLTG) di Pemaron di Kabupaten Buleleng dan Gilimanuk di Kabupaten Jembrana. Dua bertenaga gas tanaman, bagaimanapun, masih menggunakan bahan bakar dalam operasi mereka.

Rumah Dijual di Bali 2015

Bali Gubernur Pastika menyambut pembangkit listrik baru seperti ini sejalan dengan program pemerintah yang bersih dan hijau. “Salah satu dari kami Bali bersih dan hijau program adalah energi hijau. Itu berarti bahwa pembangkit listrik di Bali harus menjadi ramah lingkungan,”katanya.

Pastika berharap bahwa pembangkit listrik lainnya di Pulau dapat dikonversi menjadi gas. “Indonesia Power dapat memperluas pembangkit listrik hijau [tren] di Bali karena bahan bakar tidak ramah dan tidak efisien,” tambahnya